|
Written by KOMPAS
|
|
Tuesday, 06 March 2007 |
|
Pemberantasan Teror Dipuji
 | SEMARANG, KOMPAS — Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer mengatakan, kepemimpinan politik dan dukungan publik di Indonesia sejauh ini cukup menunjang bagi upaya pemberantasan terorisme. Namun, upaya tersebut juga perlu ditunjang dengan kerja sama antarnegara karena terorisme merupakan kejahatan transnasional.
Ini dikemukakan Downer dalam acara peresmian Regional Executive Leadership Program di pusat latihan Jakarta Centre for Law Enforcement ooperation (JCLEC) di kompleks Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (4/3). Dalam acara tersebut hadir pula Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirajuda, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Makbul Padmanegara, Duta Besar Australia untuk RI Bill Farmer, dan Duta Besar Inggris untuk RI Charles Humfrey. |
Dikatakan, untuk mengatasi terorisme diperlukan kerangka kerja bersama karena terorisme adalah fenomena global. Salah satu kerja sama yang cukup penting dilakukan adalah peningkatan kapabilitas dan kapasitas aparat kepolisian di masing-masing negara, khususnya terkait pencegahan kejahatan transnasional, khususnya terorisme. ”Karena itulah JCLEC dulu didirikan. Ini sebagai pusat pelatihan sejumlah negara di Asia Pasifik untuk meningkatan kapasitas penanganan terorisme. Sejak awal Pemerintah Australia memberi perhatian terhadap ini,” ujar Downer. Hassan Wirajuda mengatakan, sejak didirikan bulan Juli 2004, JCLEC berkembang pesat baik dari sisi fasilitas maupun pelatihan. Ini tak terlepas dari kerja sama yang cukup baik antarnegara yang terlibat dalam JCLEC ini, termasuk negara maju seperti Australia dan Inggris. Aparat kepolisian yang dilatih di JCLEC diharapkan bukan hanya mampu menangkap pelaku terorisme, tetapi juga mampu mencegah aksi terorisme yang kerap kali membunuh warga. Kerja sama antarnegara dalam hal ini juga cukup penting. (HAN)
|
|
Last Updated ( Tuesday, 06 March 2007 )
|